top of page

Facing The Giants

  • Writer: GRW
    GRW
  • Jun 17, 2019
  • 3 min read

Pernahkah kita merasa kesulitan menghadapi berbagai masalah dan cobaan dalam hidup ini dan merasa kewalahan dalam menjalaninya? Seberapa sering kita jatuh pada godaan-godaan yang sama secara terus menerus dan merasa bahwa kita gagal dalam hal mengikut Yesus?


Efesus 6:12 TB

“Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”


ree

Terkadang kita merasa lelah dalam menghadapi berbagai cobaan yang datang. Kita sering kali berusaha melawan godaan, cobaan, ataupun tantangan hidup dengan mengandalkan diri sendiri. Kadang kita menganggap diri kita sudah dekat dengan Tuhan dan hal itu malah membuat kita lengah dan jatuh dalam godaan. Hal tersebut adalah bukti bahwa musuh kita, Iblis beserta dengan anak buahnya, selalu mengintai dan mencari celah untuk menjatuhkan kita. Kesombongan, hawa nafsu, dan iri dengki, adalah segelintir dari sifat-sifat yang dapat digunakan Iblis untuk membuat kita jatuh dalam dosa serta menjauhkan kita dari kasih Tuhan.


Semakin sering kita berdoa, semakin kita dekat kepada Tuhan, semakin kuat pula goncangan dan godaan yang datang kepada kita. Seorang pastor pernah mengatakan hal tersebut kepada saya pada satu sesi sakramen rekonsiliasi. Awalnya, saya beranggapan bahwa dengan kita rajin berdoa, berkomunitas rohani, atau menerima sakramen-sakramen yang diberikan oleh Gereja, semakin mudah bagi kita untuk menolak godaan. Namun, pastor tersebut menyadarkan saya bahwa hidup yang dekat dengan Tuhan justru membawa pertempuran rohani melawan Iblis beserta segala penghulunya.


Kita tidak boleh takut ataupun berkecil hati dalam menjalaninya. Jatuh dalam godaan adalah hal yang sangat manusiawi karena tubuh kita memang lemah. Namun kita tidak terdiri dari tubuh jasmani saja, melainkan kita memiliki jiwa dan roh yang menjadikan kita karya terbesar Tuhan. Jika kita merasa malu atau sedih setelah kita telah jatuh, kita tidak boleh berputus asa! Layaknya Santo Petrus, kita harus bangkit, menyadari kesalahan kita, dan memohon pengampunan Tuhan melalui Sakramen Tobat yang telah Ia sediakan melalui GerejaNya.


Kita pun harus senantiasa berjaga-jaga dan melatih tubuh jasmani dan roh kita. Berbagai cara dan sarana telah diajarkan oleh Yesus dan juga Gereja kudusNya untuk membantu kita mencapai kekudusan. Salah satunya adalah dengan berpuasa. Pastor yang sama memberitahu saya, puasa melatih pengendalian diri kita dalam melawan kedagingan kita sendiri. Ia juga berkata bahwa kita adalah tuan dari tubuh kita sendiri. Kita harus menahkodai diri dalam mengarungi kehidupan ini. Tentu tak lupa mengingat bahwa Yesus selalu menyertai kita sebagai co-pilot kita.


Berdoa, merenungkan firman, serta menerima sakramen Ekaristi adalah beberapa cara dimana kita bisa menguatkan roh kita agar tidak mudah goyah saat mendapat godaan. Dengan melakukan hal tersebut, kita dapat lebih mengenal Tuhan secara lebih personal dan menyadari bahwa Tuhan selalu beserta kita.


Santa Teresa dari Kalkuta yang sangat dekat dan mengasihi Tuhan dengan begitu dalamnya, diberi cobaan dimana ia merasakan kekeringan rohani yang tak terhingga sampai ia merasa bahwa Tuhan tidak ada dalam hidupnya. Namun, tanpa mengenal lelah, ia terus melayani orang-orang miskin di Kalkuta dan menjadi cahaya di tengah kegelapan bagi orang-orang tersebut. Ia rela memberikan dirinya untuk terus dikosongkan dan terus dipakai oleh Yesus sebagai pelayannya yang setia.


Matius 28:20b

“Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”


Janganlah berkecil hati! Ingatlah bahwa kita tidak bertarung sendirian melawan dunia ini. Yesus, Bunda Maria, para malaikat, dan para kudus pun akan selalu beserta kita. Marilah kita juga hidup saling mendoakan satu sama lain agar kita bisa bersama-sama memenangi perlombaaan hidup ini. Sebab, “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. (Filipi 4:13).

 
 
 

Comments


© 2019 Panen Inspiratio

bottom of page